[CERPEN] Kamu Siapa - Karya @itsdinichan

Malam itu merupakan malam tahun baru. Venya tenggelam dalam sebuah chat bersama beberapa orang di latopnya. 

Yaps, pekerjaan Venya saat ini adalah menjadi RP atau Role player. Pekerjaan yang di mana harus memerankan peran seseorang untuk menghibur orang lain. 

Venya memilih salah satu artis, dengan inisial 'J' yang merupakan salah satu anggota grup boyband yang sedang digandrungi oleh para wanita.  Jadi, sangat wajar jika akun Role player nya saat itu menjadi favorit banyak wanita. 

Mata Venya tertuju pada satu bubble chat bernama Ariel yang berisi. 

'Halo, aku lagi sendirian nih. Di luar hujan, dan nahasnya aku laper bangeet.'

Venya merasa prihatin, ini merupakan kali pertama ia mendapatkan pesan yang sangat pilu. Biasanya para wanita akan menulis banyak cinta dan kasih sayang untuknya.

Venya memutuskan untuk membalas pesan tersebut. 

'Hey, kamu coba makan yang ada dulu di rumah, roti atau mie mungkin?'

Ia belum membalas dan Venya merasa sedikit khawatir. Ia mengalihkan pandangannya sejenak dengan menyapu kamar yang kini sengaja dibuat gelap olehnya. 

Sebuah pesan kembali berdering dari arah laptop. Sekilas terlihat nama Ariel disana. Venya buru-buru membuka pesan tersebut dan Ariel hanya mengirimkan sebuah foto. 

Foto tersebut berisi hujan yang deras. Pertanda ia sedang berada di luar rumah. 

'Kamu keluar rumah?' tanya Venya. 

Ariel terlihat sedang mengetik pesan, namun tak kunjung mengirimkan isi pesan tersebut. 

Venya mengetuk ngetukkan jari ke meja, dan sempat berpikir, andai saja bisa di telfon agar klien yang bernama Ariel itu tak merasa sendirian. 

Notifikasi laptop milik Venya kembali berbunyi dan ia semakin penasaran. 

'J, aku dah makan hamburger lewat Go-food'

Venya mulai sedikit merasa tenang. 

'Tapi J, aku gamau masuk rumah lagi. Takuut.' Lanjut Ariel. 

Venya hanya membaca pesan sekedarnya karena, ya. Mungkin itu wajar seperti manusia pada umumnya. Barangkali ada masalah di rumah, atau mati lampu atau keadaan rumah sedang gelap. 

'Jadi gimana?' tanya Venya

Ariel terlihat kembali sedang mengetik pesan. 

'Jadi papi dan mami ku udah cerai. Di rumah aku anak semata wayang. Jadi aku sendirian.' Jawabnya. 

Venya turut prihatin dan memberikan beberapa perhatian lebih untuknya. 

'Tenang, kan ada J disini. Kamu beh cerita.' Imbuhnya. 

Wanita bernama Ariel itupun mengirimkan pesan

'Aku mau nginep di rumah temen aja deh, takut soalnya.'

Venya menarik napas, dan mulai kembali mengetik. 

'Ya udah, hati-hati di jalannya, pesen Go car aja lho yha.' Ujar Venya. 

Ariel mengirimkan foto lagi, bahwa ia sudah berada di rumah temannya. 

Venya mengucap syukur, karena setidaknya, Ariel sudah sampai di tempat tujuannya. 

'Kak J, buka dong jendelanya. Aku dah ada loh di depan rumah kakak.' 

Sontak Venya bergidik ngeri, seluruh tubuhnya merinding.

Venya keluar dari percakapan tersebut. Ia beranjak dari kursi dan menyalakan lampu, mencoba untuk menenangkan diri. 

Diam-diam ia melirik ke arah jendela dan pagar rumah. 

"Amaan." Bisiknya pada diri sendiri. 

Venya mengubah akun chat yang berada di laptopnya pada ponsel, agar mudah di genggam, karena rencananya ia akan membalas pesan sambil masuk dalam selimut saja. 

Kembali notifikasi pesan masuk dari Ariel. Ia mengirimkan emot tertawa. Pertanda bahwa Ariel sedang bercanda.

Venya kembali menarik napas, lega. Karena masih canggung dengan Ariel, ia memilih untuk membalas beberapa chat wanita selain Ariel dan sengaja sedikit mengulur waktu untuk Ariel. 

Setelah seperempat jam, Venya mendapati 2 bubble chat dari Ariel. 

Satu berupa foto, yang satu penjelasan. 

Pada akhirnya Venya memutuskan untuk mengklik ruang chat tersebut, karena penasaran akan pesan apalagi yang ditulis Ariel untuknya. 

Pertama, Venya membuka isi foto tersebut. Foto itu berisi gorden yang sedang terbuka. Menampakkan jendela yang gelap. Pada jendela tersebut terdapat furing untuk menutupi gelapnya malam. 

Namun ada yang aneh disana. Di sisi kanan gorden tersebut terdapat sebuah lampu dengan dudukan kecil.

Venya baru sadar, ternyata jendela tersebut sangat besar, lebarnya bisa ditaksir antara 3-4 meter dengan tinggi yang sama. 

Venya membelalakkan mata, tak siap dengan isi pesan Ariel berikutnya. Seperti ada firasat aneh dalam benaknya. 

'Kak J, aku mau cerita. Di gorden ini, kalo malem-malem suka ada yang ribut, kayak ada hewan-monyet kecil- gitu, manjat malah. Kelihatan. Tapi, pas di cek sama mbak, gak ada apa-apa.' Ujarnya. 

Venya semakin menenggelamkan diri ke dalam selimut dan menenangkan diri. Bahwasannya itu hanya kisah orang lain bukan kisahnya. 

Ia hanya membalas pesan Ariel dengan stiker ketakutan, tanpa kata pendukung apapun. 

Kemudian, terdengar suara gorden terbuka dari arah samping tempat tidur Venya. Kembali Venya merinding, tak berani untuk membuka selimut. 

Kembali Ariel mengirimkan pesan, yang lumayan banyak. 

'Kak, J. Ibuku aneh.'

'Ia selalu menyimpan jimat di dompetnya. Kakak, pernah kan, nonton film vampire? Nah, sebenarnya jimat itu bukan untuk ditempel di kepalanya. Namun ya di simpan di dompet.' Jelasnya. 

Venya menganggukkan kepala dalam selimut mencoba untuk memahami maksudnya. 

'Oh iya, kak. Tapi ibu juga aneh. Dulu 2-3 tahun yang lalu, setiap tahun baru kami sekeluarga akan pergi ke Bali. Kami melihat prosesi pembakaran mayat.'

'Dan aku tidak mau lagi kesana, aku ingin jika meninggal nanti, dikubur saja mengikuti ajaran Ayah yang kristen. Sedang ibu kan China.' Imbuhnya lagi. 

Venya tetap membaca pesannya dengan setia, sesekali memberikan reaksi. 

'Namun, kak. Ibu itu lebih aneh lagi. Ia akan membawa sedikit abu hasil pembakaran mayat dan di simpan di rumah kami.' Ujarnya

'Jadi rumah kami terkesan sangat angker, selalu banyak kejadian yang aneh. Contohnya seperti aku melihat dan memanggil ibu, namun sebenarnya ibu sedang tertidur di kamar.' Tambahnya lagi. 

Venya mulai mengetik pesan. 

'Ya ampun, seram sekali. Untung ini malam tahun baru, banyak kembang api. Jadi aku sedikit tenang.' Jawab Venya. 

Tak lama dari situ, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Venya memberanikan diri untuk beranjak dari kasur sembari memastikan bahwa gordennya aman. 

Tepat dugaan. Gorden kamar Venya aman.

Mungkin tadi suara terbuka itu, oleh cicak yang sedang lewat. Pikirnya. 

Namun, pada saat ia akan membuka pintu. Venya sadar, ini sudah hampir pukul 1 malam. Siapa juga yang berani mengetuk pintu kamar, sedangkan keluarganya tak pernah ada yang begadang. 

Venya mundur dua langkah, ketukan pintu lumayan lebih keras. Ia menetralkan pikirannya dan perlahan-lahan melihat ke kolong pintu, memastikan bahwa ada orang di luar kamarnya. 

Ternyata tak ada kaki yang menapak di lantai. Venya kembali menarik napas, mundur sedikit demi sedikit, setelah memastikan pintu kamarnya telah di slot. 

Ketukan itu pun akhirnya hilang. 

Perlahan-lahan, ia naik ke atas ranjang dan ketika akan masuk ke dalam selimut, terdengar bisikkan seseorang. 

'Kak, J. Masih mau dengerin cerita aku ga?' Sontak Venya kaget dan pingsan di atas kasurnya. 

Jadi siapakah sebenarnya Ariel itu? 

Bandung, 7 Juli 2023

Penulis: Dini Nur Annisa (@itsdinichan)

Posting Komentar untuk "[CERPEN] Kamu Siapa - Karya @itsdinichan"