[CERPEN] Kecantikan di Atas Kesedihan - Karya Resta Fauziah

Aku Akira, seorang gadis pendiam, tak cukup cantik, dan tak populer. Aku mempunyai sahabat yang berbanding terbalik denganku, namanya Eri, dia gadis yang cantik dan cukup populer di sekolah. Selain populer karena kecantikannya, Eri juga populer sebagai seorang model majalah remaja yang cukup terkenal. Semua orang terpana dengan kecantikannya. Badan dan tingginya yang ideal membuatnya pantas jika kagumi banyak orang.

Aku mengenalnya saat memasuki SMP. Dia yang mengajakku berkenalan saat itu hingga kami berteman hingga sekarang. Dia sangat baik dan ramah pada semua orang, mungkin ini juga yang menjadi daya tariknya selain cantik. Jika ditanya perihal iri atau tidaknya, aku sangatlah iri. Aku ingin merasakan bagaimana jadi dia. Sesekali aku mencoba berpenampilan seperti dia. Namun, bukanlah pujian yang aku dapatkan. Mereka menyebutku seperti babi gendut yang berlagak cantik. Aku akui jika memang tubuhku ini tidaklah langsing seperti Eri. Aku pun tidak secantik dia.

Sering kali aku menangis saat orang-orang mengolok-olok badanku. Namun, Eri selalu membelaku saat orang berbicara buruk padaku, tetapi tetap saja, rasa sakit ini terus aku rasakan setiap hari. Rasa insecure makin menguasai pikiranku setiap harinya.

Siapa sangka, pikiranku berubah saat ada kejadian yang menghebohkan. Rumor tentang foto di majalah dewasa yang tersebar menampilkan wajah Eri dengan tanpa busana. Saat itu, pihak sekolah langsung mengetahui hal itu dan memanggilnya. Sesaat setelah keluar, dia menangis lalu pergi pulang. Semua orang sangat terkejut, terutama aku yang sangat syok, kenapa bisa hal itu dilakukan oleh Eri?

Setelah satu minggu kejadian itu berlalu, aku menghampiri Eri di rumahnya. Saat itu, neneknya mempersilakan aku untuk masuk ke kamar Eri. Dia sudah satu minggu mengurung diri. Sejak kejadian itu, tampaknya dia sangat terpuruk. Apalagi hanya tinggal dengan neneknya saja karena ibunya pergi jauh saat dia memasuki SMP. Dia tampak pucat dan terlihat lebih kurus sekarang. Terlihat beberapa pil obat di meja dekat tempat tidur, sepertinya itu pil obat tidur dan penenang.

“Maaf, Akira,ucap Eri lirih.

“ Eri,panggilku dengan nada sedih.

“Kalau kamu mau marah silakan, Akira. Kalau kamu mau menamparku itu jauh      lebih baik,ucapnya dengan tatapan sedih.

“Aku nggak akan marah, Eri. Yakin itu bukan kamu, tenang aja. Aku tau itu pasti editan, ya, kan?” ucapku berusaha sedikit menenangkannya.

“Tidak, Eri. Itu emang aku,ucapnya pasrah.

Seketika aku pun terdiam, Eri pun ikut terdiam cukup lama. Kemudian, Eri menghela napasnya dan mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Dia mengaku bahwa dijual oleh ibunya selama ini kepada seorang fotografer untuk melunasi hutang-hutang ibunya. Awalnya, Eri menolak, tetapi ibunya mengancam. Jika tidak menuruti keinginan ibunya, neneknya akan disakiti. Eri sempat mengabaikan ancaman itu. Namun, selang beberapa hari, ibunya menyuruh orang untuk menabrak neneknya. Karena hal itu, Eri pun tidak ada pilihan lain selain menyetujui semuanya.

Eri sangat tersiksa setiap hari menjadi model untuk majalah dewasa, bahkan sesekali dia dilecehkan oleh fotografer itu. Eri pernah menolak ajakan fotografer untuk berhubungan. Eri lantas memukul hidung fotografer itu hingga berdarah. Fotografer itu marah dan menyebarkan majalah itu.

“Aku sudah tidak peduli sekarang. Aku sudah hancur sejak awal,ucap Eri dingin.

“Eri, maafkan aku,ucapku sambil memeluknya dengan erat.

Aku menangis dan meminta maaf jika terus iri padanya tanpa tau bahwa Eri selama ini tak bahagia dan tersiksa. Aku selama ini sampai lupa bersyukur dengan terus membanding-bandingkan diriku dengan orang lain.

“Maaf, Eri, aku malah terus-terusan merasa iri sama kamu,” ucapku diiringi tangis.

Aku meminta maaf pada diriku karena kurang rasa bersyukur selama ini. Aku sekarang ingin bangkit untuk lebih percaya diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kami pun berjuang bersama-sama untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih bersyukur sekarang.

 

TENTANG PENULIS

Resta Fauziah atau sering disapa Resta, seorang perempuan yang lahir di Bandung pada 20 Juli 2004. Menulis cerpen sudah menjadi hobinya sejak menduduki bangku SD. Resta memang senang dengan hal-hal tentang kepenulisan, ia juga bercita-cita menjadi penulis. Ini adalah cerpen pertama yang ia terbitkan. Penulis bisa dihubungi melalui email: restafzh20@gmail.com dan Instagram: rstfzh_19.

Posting Komentar untuk "[CERPEN] Kecantikan di Atas Kesedihan - Karya Resta Fauziah "