Mahasiswa KKN UNUGIRI Bojonegoro Kelompok 04 Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Eco-Enzyme & Elisitor Biosaka di Desa Drajat

Mahasiswa KKN UNUGIRI Bojonegoro Kelompok 04 adakan pelatihan pembuatan pupuk organik eco-enzyme & elisitor biosaka setelah kurang lebih selama 2 minggu berada di Desa Drajat. Program kerja ini merupakan salah satu program unggulan KKN UNUGIRI Kelompok 4 yang ditujukan kepada petani dan masyarakat untuk membantu mengatasi masalah pupuk subsidi yang semakin langka dan mahal, serta untuk memperbaiki kualitas tanah di Desa Drajat, mengingat hampir seluruh masyarakat desa Drajat bermata pencaharian sebagai petani. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta perwakilan dari 4 Kelompok Tani Desa Drajat, Kepala desa Drajat, kepala dusun, dan perangkat desa lainnya, serta Dosen Pembimbing Lapangan 1 dan 2 yakni Bpk Dr. H.Ahmad Manshur, M.A dan Ibu Romadhiyana kisno saputri, S.Gz., M.B. 

Dengan adanya program kerja pembuatan pupuk organik eco-enzyme & elisitor biosaka KKN UNUGIRI Kelompok 4 berharap petani mampu memproduksi dan menggunakannya dengan baik. ”Saya perwakilan dari kelompok tani mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada bapak ibu DPL serta Mahasiswa KKN UNUGIRI telah mengadakan acara yang luar biasa ini untuk mengatasi problematika yang dialami khusunya pada para petani. Dimana karena langkannya pupuk kimia bersubsidi. 

Semoga kegiatan ini menjadi pembuka jalan keluar bagi kita semua untuk mengatasi problematika tersebut serta dengan adanya potensi pembuatan pupuk organik ini nantinya juga akan berdampak baik pada alam, terutama memperbaiki kualitas tanah sebagai sarana pendukung terjaminnya hasil panen para petani”. Tutur bapak Nur Salim (Ketua GaPokTan).

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, serta sambutan dari Bapak Ketua Gapoktan, bapak DPL 1 serta bapak Kepala Desa yang diwakili oleh Bapak Kepala Dusun Mantup. “Sebelumnya Poktan juga pernah mengadakan pelatihan obat organik bagi tanaman, tetapi baru ini diadakan pelatihan pembuatan pupuk” ujar Bapak KaSun. Bapak Kasun menghimbau kepada perwakilan kelompok tani untuk getok tular ilmu yang didapatkan hari ini, karena sangat bermanfaat bagi petani mengingat mahalnya pupuk kimia. 

Bapak DPL 1 yakni Bapak Dr.H.Ahmad Manshur, M.A Juga sangat mengapresisasi para perwakilan kelompok tani, karena telah menyempatkan waktu untuk belajar bersama dan evaluasi Bersama. “Ilmu tidak akan pernah habis bapak ibu, apalagi kegiatan ini sangat menarik karena kita langsung bisa praktik membuat pupuk organic yang tentunya ramah lingkungan, hasil tanaman yang ditanam di tanah yang bebas bahan kimia, maka akan menghasilkan tanaman yang berkualitas pula. 

Acara dilanjutkan dengan Pelatihan pembuatan pupuk organic Eco Enzyme & elisitor biosaka oleh Narasumber Ibu Fazat Fairuzia, S.P M.Si. Beliau mengawali dengan menyampaikan materi mengenai manfaat Eco Enzyme & elisitor biosaka. Eco Enzyme sendiri bisa diartikan sebagai cairan serba guna yang dibuat dari hasil fermentasi sisa buah, sayuran, yang dicampur air, dan gula merah. 

Setelah melewati tahap pemrosesan, hasil akhirnya adalah berupa cairan dengan warna kecoklatan dan aroma asam yang segar. Banyak sekali manfaat yang dihasilkan oleh EcoEnzyme untuk alam dan manusia, bukan hanya sebagai pupuk alami tanaman melainkan juga sebagai pengharum ruangan, untuk obat kumur, mencegah jamur kulit, eksim bahkan karang gusi dapat berangsur bersih bila rajin berkumur dengan ecoenzyme, demikian juga ketombe dapat dicegan bila sampo kita campurkan ekoenzim saat berkeramas. 

Ibu Fazat melanjutkan materi dengan menerangkan Langkah-langkah dalam pembuatan ecoenzyme dimana para petani langsung mempraktikkan apa yang di instruksikan oleh Ibu Fazat yang dibantu oleh Mahasiswa KKN UNUGIRI Bojonegoro Kelompok 04 yaitu sebagai berikut,

1.Ukur sampah organik, gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10. Sampah organik bisa berupa kulit buah lunak atau sayuran. 

2. Potong sampah organik menjadi potongan kecil dan masukkan ke dalam wadah plastik yang sudah berisi campuran air dan gula. Aduk dan tutup wadah sampai kedap udara. Sisakan ruang untuk gas yang dihasilkan saat fermentasi. 

3. Biarkan wadah selama tiga bulan di tempat yang teduh. Setelah itu, saring cairan dan ecoenzyme siap digunakan.



Setelah berhasil membuat ecoenzim, Ibu Fazat menginstruksikan para petani untuk membuat Elisitor Biosaka yang saat ini sedang viral. Elisitor Biosaka sendiri merupakan larutan ekstrak tumbuhan yang berperan sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan Biosaka dalam usaha tani adalah sebagai salah satu upaya perlindungan tanaman berbasis ekologi untuk menjaga kelestarian lingkungan. 

Mahasiswa KKN UNUGIRI telah menyiapkan 10 jenis tanaman liar yang tidak berpenyakit yang mana sebagai bahan utama pembuatan elisitor biosaka, diantaranya yaitu, Anting-anting, meniran, kitolot, patikan kebo, tapak liman, dan rumput liar. Caranya adalah sebagai berikut :

1. Bahan dimasukkan kedalam ember berisi 5 L air bersih. 

2. Bahan diremas selama kurang lebih 10-20 menit sampai cairan homogen. Selama proses peremasan tidak boleh berhenti / istirahat / berganti orang. 

3. Larutan kemudian disaring dan disimpan dalam botol.

 

Pupuk organik eco-enzyme & elisitor biosaka ini memiliki peluang yang cukup besar untuk mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia, sehingga Ketua kelompok tani Desa Drajat bersedia melanjutkan program kerja ini. Pelatihan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat (perwakilan GaPokTan), itu terbukti dari antusias masyarakat yang terus bertanya kepada pemateri, bahkan setelah acara pelatihan tersebut selesai. 

Selain itu, warga juga sangat antusias saat melakukan praktik pembuatan pupuk organik. ”Kami sangat berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik, kami sangat senang dapat ilmu baru, dengan ini kami tidak selalu bergantung dengan pupuk kimia.” Ujar Bapak Hadi Perwakilan kelompok tani dusun mantup.

Posting Komentar untuk "Mahasiswa KKN UNUGIRI Bojonegoro Kelompok 04 Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Eco-Enzyme & Elisitor Biosaka di Desa Drajat"