Strategi Meningkatkan Peluang Supaya Naskah Diterima Penerbit Mayor

Siapa di sini yang suka menulis? Membuat cerita fiksi atau menulis laporan semasa kuliah? Hobi melakukan riset ilmiah atau merangkai diksi-diksi menjadi kalimat yang indah?

Bagaimana perasaanmu, begitu karyamu dicetak dan disebarluaskan untuk dapat dibaca oleh orang banyak? Senang? Bangga? Bersyukur?

Menjadi seorang penulis dan menerbitkan naskah merupakan impian banyak orang. Namun, tidak semua penulis mendapat kesempatan untuk menerbitkan karya melalui penerbit mayor. Penerbit mayor atau penerbit besar adalah penerbitan yang memiliki reputasi dan skala besar dalam industri penerbitan. Penerbit mayor merupakan perusahaan penerbitan yang sudah mapan serta memiliki jangkauan distribusi yang luas.

Sehingga, apabila naskahmu sudah berhasil dipinang oleh penerbit mayor, maka kamu tidak perlu khawatir terkait mekanisme promosi dan distribusi karya. Selain reputasi yang baik, penerbit mayor juga unggul dalam membangun branding di antara perusahaan penerbit yang lain. Begitu naskahmu lolos seleksi penerimaan oleh penerbit mayor, selanjutnya pihak penerbit akan mengajukan kontrak yang membahas royalty serta benefit sebagai penulis.

Tentunya, tidak setiap naskah dapat diterima oleh penerbit mayor. Terdapat kriteria yang spesifik juga persaingan yang ketat bagi karyamu untuk mendapat kesempatan “naik cetak” melalui penerbit mayor. Karenanya, diperlukan persiapan, strategi, dan dedikasi yang tinggi sebagai penulis. Ingin naskahmu diterima penerbit mayor? Cermati setiap langkah strategis berikut:

1.   Teliti Perusahaan Penerbit yang Tepat

Bagian awal ini paling penting dan paling sering dilupakan penulis yang ingin dilirik oleh penerbit mayor. Sebelum mengirimkan naskah, teliti dengan seksama penerbit-penerbit mayor yang cocok dengan genre dan tema tulisanmu. Setiap penerbit memiliki preferensi dan kriteria penerimaan yang berbeda. Pastikan naskah milikmu sesuai dengan spesifikasi dan tujuan penerbit tersebut.

2.   Bangun Branding sesuai Jenis Tulisan

Tidak hanya menyesuaikan tulisan dengan preferensi perusahaan penerbitan besar yang kamu tuju untuk menerbitkan naskah. Pastikan kamu telah membangun persona penulis yang sesuai dengan tulisanmu. Misalnya, kamu hobi menulis motivasi yang membangkitkan semangat untuk terus bertumbuh. Maka, branding yang perlu kamu perkuat di media sosial adalah penulis yang berupaya untuk mengembangkan diri. Apabila personal branding sebagai penulis sudah terbangun, peluang mendapat tawaran dari penerbit mayor untuk menulis sesuai dengan topik yang kamu kuasai akan lebih besar.

3.   Ikuti Panduan Pengiriman Naskah


Seringkali kriteria penerimaan naskah dari penerbit mayor cukup spesifik serta memiliki prosedur khusus. Mengabaikan panduan ini dapat menyebabkan naskah kamu ditolak sebelum diberi kesempatan untuk dinilai dengan seksama. Ikuti setiap prosedur dan pahami keinginan penerbit dalam proses penyusunan naskah.

4.   Jangan Cepat Merasa Puas!


Apabila kamu mendapat peluang untuk menerbitkan naskah dengan penerbit mayor, jangan merasa puas diri dulu! Selalu periksa naskahmu dengan teliti. Kalau perlu, lakukan self-editing sebelum naskahmu diserahkan ke pihak editor. Perbaiki apabila terdapat kesalahan tata bahasa, ejaan, dan pemilihan kata (diksi). Jika diperlukan, mintalah bantuan dari teman atau penyunting profesional (editor).

5.   Sabar dan Gigih

Proses mencari penerbit mayor mungkin memakan waktu dan penuh tantangan. Kamu harus siap menghadapi penolakan dan kritik konstruktif dari penerbit. Tetaplah sabar dan gigih dalam perjalanan menggapai impian menjadi kenyataan. 

Pada dasarnya, penerbit mayor membuka kesempatan seluas-luasnya untuk penulis dalam mewujudkan karya cetaknya. Selain meneliti preferensi dari setiap penerbit serta membangun branding di media sosial, dibutuhkan ketelatenan dalam mengikuti setiap panduan, sikap yang tidak mudah berpuas diri, sabar dan gigih sampai peluang itu kamu dapatkan. 

Nah, langkah strategis di atas adalah upaya sederhana yang dibutuhkan penulis agar naskahnya diterima penerbit mayor. Setiap usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Berjuanglah dalam setiap peluang dan belajarlah memantaskan diri—hingga karyamu layak dibaca semua orang!


TENTANG PENULIS

Lahir di Bogor, Jawa Barat pada 26 September 1998. Tinggal di Bekasi, kemudian mengambil studi S1 Fakultas Sains dan Teknik di Universitas Terbuka. Aktif menulis di beberapa platform digital yang berfokus pada topik seputar pengembangan diri, pendidikan, kesehatan mental, sosial-budaya, dan isu kekinian. Penulis dapat dihubungi melalui surat elektronik creativecisaat@gmail.com atau berkenalan langsung di instagram @sitikus.nl ✨

Posting Komentar untuk "Strategi Meningkatkan Peluang Supaya Naskah Diterima Penerbit Mayor"